KANKER LIMFOMIA (KELENJAR GETAH BENING)

Limfoma non hodgkin 14092015085952page

LIMFOMA

A. Apa itu kanker Limfoma

Kanker limfoma atau kanker kelenjar getah bening adalah penyakit kanker dari sistem limfatik (kelenjar getah bening, kelenjar timus, limpa dan sumsum tulang). American Cancer Society mengatakan ada dua jenis limfoma, yaitu limfoma Hodgkin (penyakit Hodgkin) dan limfoma non-Hodgkin.

Limfoma non-Hodgkin dimulai di sistem limfatik di mana tumor berkembang dari suatu jenis sel darah putih yang disebut limfosit (baik sel-T atau sel-B). Limfoma non-Hodgkin jauh lebih umum bahwa penyakit Hodgkin. Sedangkan limfoma Hodgkin merupakan kanker dari sistem kekebalan tubuh yang ditandai dengan kehadiran jenis sel yang disebut sel Reed-Sternberg (sel raksasa biasanya berasal dari limfosit B).

B. Penyebab

Para ilmuwan tidak tahu persis apa yang menyebabkan limfoma, tetapi telah mengidentifikasi beberapa faktor risiko potensial, yaitu genetika (yang diwariskan anggota keluarga) dan karsinogen seperti sering terpapar pestisida tertentu, herbisida dan pelarut seperti benzena, beberapa pewarna rambut dan radikal bebas.

C. Gejala

Beberapa gejala penderita limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin mengalami :

  1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening.
  2. Penurunan Berat Badan.
  3. Sakit Perut Atau Bengkak.
  4. Keringat Malam
  5. Demam
  6. Kelelahan Kronis

Beberapa individu juga mengalami nyeri dada, kesulitan bernapas, kulit sangat gatal, kurang nafsu makan.

D. Diagnosis

Menanyakan gejala-gejala yang dialami pasien merupakan langkah awal diagnosis pada semua penyakit, termasuk limfoma. Riwayat kesehatan Anda dan pemeriksaan fisik juga akan Anda jalani.

Jika menduga Anda mengidap limfoma, dokter akan menganjurkan beberapa pemeriksaan atau tes untuk memastikan diagnosis. Langkah pemeriksaan tersebut meliputi:

  1. Tes darah dan urine.

Melalui langkah ini, dokter akan mengetahui kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.

  1. X-ray, CT, MRI, dan PET scan.

Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat tingkat penyebaran limfoma.

  1. Biopsi

untuk mengambil sampel kelenjar getah bening yang membengkak serta sumsum tulang.

E. Stadium Limfoma

Berikut ini adalah penjelasan singkat untuk stadium-stadium dalam limfoma.

  1. Stadium 1 – kanker menyerang salah satu kelompok noda limfa.
  2. Stadium 2 – kanker menyerang dua kelompok noda limfa atau menyebar ke satu organ di sekitar noda limfa, tapi hanya terbatas pada tubuh bagian atas atau bawah saja.
  3. Stadium 3 – kanker menyebar ke kelompok noda limfa pada bagian atas dan bawah diafragma.
  4. Stadium 4 – kanker sudah menyebar melalui sistem limfatik dan masuk ke organ atau sumsum tulang.

F. Pengobatan

Jika limfoma tampaknya akan tumbuh lambat, dokter mungkin menyarankan pendekatan menunggu dan melihat perkembangan sebelum memutuskan rencana pengobatan. Dalam kasus ini terapi kanker terkadang dapat ditunda minimal satu tahun. Dalam kebanyakan kasus limfoma Hodgkin dan non-Hodgkins, pilihan pengobatan adalah

  1. Kemoterapi,
  2. Radiasi
  3. Beberapa kasus membutuhkan transplantasi sel induk

Deteksi Dini Kanker Uteri

downloadTelah kita diketahui bahwa pencegahan efektif kanker serviks merupakan tindakan preventif sekunder, yaitu deteksi lesi prakanker melalui tes Pap dan rangkaian tindak lanjut, misalnya pemeriksaan kolposkopi, biopsi. Pengalaman di negara maju menunjukkan bahwa konsep tersebut baru efektif jika cakupan populasi yang diperiksa tes Pap mencapai sebagian besar populasi yang berisiko. Namun, implementasi hal tersebut membutuhkan tidak hanya biaya, melainkan juga sumber daya manusia dan logistik peralatan yang besar. Di Indonesia, cakupan tes Pap diperkirakan kurang dari 5 %. Untuk memenuhinya, diupayakan alternatif tes Pap dengan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) yang diharapkan mendapatkan cakupan yang lebih luas. Upaya memperluas skrining dengan tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) ini membutuhkan waktu sosialisasi yang tidak singkat meskipun telah dicanangkan oleh Ibu Negara.

TES PAP Tes pap atau yang lebih dikenal dengan pap smear adalah salah satu deteksi dini terhadap kanker serviks yang sering dilakukan. Pap smear banyak ditawarkan oleh klinik laboratorium. Pelaksanaannya mudah dan murah. Pada prinsipnya, pap smear adalah mengambil sel epitel yang ada di leher rahim yang kemudian dilihat kenormalannya. Berikut cara melakukan pap smear. 1. Usapkan spatula Eyre pada ektoserviks (bibir mulut rahim) terlebih dahulu. Lalu, pulas di kaca benda. 2. Usapkan cytobrush pada endoserviks. Lalu,pulas di kaca benda. 3. Rendam kaca benda dalam alkohol 96 %, minimal 30 menit.

PEMERIKSAAN SSBC/LBC (SITOLGI SERVIKS BERBASIS CAIRAN/ LIQUID BASE CYTOLOGY) Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan pap smear di mana hasil pengambilan sel-sel mulut rahim ”dilarutkan” lebih dahulu pada suatu cairan, kemudian di-sentrifugasi/diambil endapannya, baru kemudian dibuat hapusan dan dibaca di bawah mikroskop. Dengan tehnik baru ini, keakuratan hasil pemeriksaan lebih tinggi walaupun biayanya lebih mahal. INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) Metode IVA pertama kali ditemukan oleh Sankaranarayanan dkk. Deteksi dengan metode IVA ini sangat cocok diaplikasikan di negara berkembang karena selain mudah, murah, efektif, tidak invasif, juga dapat dilakukan langsung oleh dokter, bidan atau paramedik. Hasilnya pun langsung bisa didapat, dan sensifitas serta spesifitasnya cukup baik. Alat dan bahan yang dibutuhkan pun sangat sederhana, yaitu spekulum vagina, asam asetat 3−5 %, kapas lidi, meja pemeriksaan,arung tangan bersih (lebih baik steril), dan dilakukan pada kondisi ruang yang terang (cukup cahaya). Kriteria pemeriksaan IVA atau Hasil pemeriksaan IVA, dikelompokkan sebagai berikut:

I. Normal

II. Radang/Atipik/Servisitis

III. IVA positif/ditemukan bercak putih

IV. Kanker serviks KOLPOSKOPI Kolposkopi adalah pemeriksaan mulut rahim dengan kamera pembesaran untuk mendeteksi serta melakukan tindakan terapi pada pasien dengan prakanker serviks uteri. Manifestasi Klinis Pada 92% lesi prakanker tidak terdapat gejala, kalau ada hanya berupa rasa kering di vagina.

Gejala: – awal: perdarahan per vaginam (kontak atau di luar masa haid). – lanjut: cairan keluar dari liang vagina berbau tidak sedap, nyeri (panggul, lumbosakral, gluteus), gangguan berkemih, nyeri di kandung kemih dan rektum. Kalau sudah bermetastasis maka akan timbul gejala sesuai dengan organ yang terkena. – residif: edema tungkai unilateral, nyeri siatika dan gejala obstruksi ureter.

Gawat Darurat dibidang Kanker

2-ICUKedaruratan Kanker (Oncologic Emergencies) didefinisikan sebagai kejadian akut,yang berpotensi mengancam nyawa, baik secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan kanker atau pengobatan kanker. Gawat darurat kanker bisa timbul dari kemampuan kanker untuk menyebar, serta menginvasi struktur disekitarnya dan metastasis pada tempat yang jauh. Hal ini bisa menyebabkan trombosis, perdarahan, penyumbatan saluran berongga, efusi, atau produksi abnormal hormon atau produk seluler, yang menghasilkan zat zat  dan bisa menyebabkan  kegagalan organ.Selain itu, darurat yang mungkin timbul dari efek dari perawatan obat kanker / antineoplastik diberikan kepada pasien.Sebagian besar  Darurat onkologi dapat diklasifikasikan sebagai metabolisme, hematologi, struktural, atau efek samping dari agen kemoterapi. Contoh keadaan darurat oncologic termasuk sindrom lisis tumor dan kelainan metabolik lainnya, koagulopati intravaskuler diseminata (DIC), hyperleukocytosis dan leukostasis, demam neutropenia, dan kompresi sumsum tulang belakang dari massa tumor

Deteksi Dini Kanker Paru

imagesyKanker merupakan salah satu penyebab kematian utama diseluruh dunia. Kanker paru merupakan salah satu penyebab terbesar kematian akibat kanker setiap tahunnya.

Terdapat lima faktor risiko perilaku dan pola makan yang menimbulkan kanker, yaitu:

1. indeks masa tubuh yang tinggi

2. kurang konsumsi buah dan sayur

3. kurang aktivitas fisik

4. perokok

5. konsumsi alkohol berlebihan

Merokok merupakan faktor risiko utama kanker yang menyebabkan terjadinya lebih dari 20% kematian akibat kanker di dunia. Lebih dari 30% penyakit kanker dapat dicegah dengan cara merubah faktor risiko perilaku dan pola makan penyebab penyakit kanker. KAnker yang diketahui sejak dini kemungkinan mendapatkan penanganan lebih baik.

Definisi kanker paru

Kanker paru dalam arti luas adalah semua penyakit keganasan di paru mencakup keganasan yang berasal dari paru (kanker paru primer) maupun keganasan dari luar paru (metastasis kanker pada paru). Kanker paru primer merupakan tumor ganas yang berasal dari epitel bronkus atau karsinoma bronkus. Kanker paru sekunder atau metastasis kanker pada paru merupakan pertumbuhan sel kanker yang berasal dari paru atau suatu organ di luar paru yang menyebar ke dalam paru.

Gejala dan keluhan

Kanker paru tidak memiliki keluhan spesifik, seperti batuk darah, batuk kronik, berat badan menurun dan gejala lain yang juga dapat dijumpai pada jenis penyakit paru lain. Penemuan dini berdasar keluhan jarang terjadi. Di Indonesia, kanker paru terdiagnosis pada staging lanjut. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat dan peralatan diagnostik pendeteksian dini seharusnya dapat dilakukan

Deteksi dini Kanker paru

Sasaran deteksi dini terutama pada golongan risiko tinggi (GRT), yaitu:

– laki-laki, usia lebih dari 40 tahun, perokok

– paparan industri tertentu